Uncategorized

Musda Pemuda Muhammadiyah Empat Lawang, Bertema “Transformasi Kepemimpinan Pemuda Menuju Kabupaten Berkemajuan”

Published

on

Empat Lawang, Saranapublik.com – Perhelatan akbar Musyawarah Daerah (Musda) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Empat Lawang resmi dibuka dengan penuh semangat dan optimisme tinggi dengan tema “Transformasi Kepemimpinan Pemuda Menuju Kabupaten Berkemajuan”. Sebuah momentum bersejarah baru saja tercipta di jantung Kabupaten Empat Lawang. Bertempat di pusat kota, ratusan pemuda dari berbagai penjuru Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati berkumpul dengan satu tekad bulat mengobarkan semangat perubahan, Sabtu (28/2)

acara ini menjadi magnet bagi para kader muda yang haus akan kemajuan. Musyda bukan sekadar agenda rutin pemilihan ketua baru, melainkan sebuah laboratorium gagasan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks di Tahun 2026.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Empat Lawang, Suharli, yang hadir untuk memberikan restu dan arahan strategis dan pemerintah daerah dihadiri oleh Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sofyan, yang mewakili Bupati Empat Lawang.

Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan bahwa pemerintah sangat mengandalkan peran pemuda sebagai mitra strategis.

“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pelopor pembangunan. Kami di pemerintahan siap membuka pintu kolaborasi agar ide-ide segar kalian bisa diwujudkan menjadi program nyata bagi masyarakat,” ujar Sofyan.

Suasana menjadi khidmat saat Suharli naik ke podium untuk memberikan amanat. Beliau menekankan bahwa transformasi kepemimpinan adalah sebuah keharusan. Pemuda tidak boleh hanya puas dengan kejayaan masa lalu, tetapi harus berani berinovasi demi masa depan.

“Saya titipkan amanah besar di pundak kalian. Bangunlah negeri ini mulai dari tanah tempat kalian berpijak. Jangan biarkan Empat Lawang tertinggal. Jadikan organisasi ini sebagai motor penggerak untuk menciptakan masyarakat yang Madani, masyarakat yang maju secara intelektual namun tetap teguh memegang nilai-nilai agama dan etika,” tegas Suharli.

Beliau juga berpesan agar pemuda Muhammadiyah menjauhi penyakit malas dan apatis. Menurutnya, pemuda adalah “darah segar” yang harus mengalir ke seluruh nadi pembangunan di Empat Lawang, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi kreatif, hingga dakwah sosial menuju Empat Lawang yang Berkemajuan.

Diskusi-diskusi yang berlangsung dalam Musda ini mencerminkan kecerdasan kader muda Muhammadiyah. Mereka membahas berbagai langkah strategis, mulai dari digitalisasi organisasi hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Fokus utama mereka adalah bagaimana membawa Empat Lawang menjadi kabupaten yang diperhitungkan di tingkat provinsi bahkan nasional melalui inovasi pemuda.

Membangun negeri dalam visi Musda ini berarti menciptakan solusi atas masalah pengangguran, meningkatkan kualitas SDM, dan menjaga kerukunan sosial. Dengan terpilihnya kepemimpinan baru nantinya, diharapkan visi Kabupaten berkemajuan bukan lagi sekadar slogan di atas kertas, melainkan kenyataan yang dirasakan oleh setiap warga Empat Lawang.

Musyawarah ini ditutup dengan tekad bersama, bahwa Pemuda Muhammadiyah akan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempercepat kemajuan daerah. Sinar matahari dari Empat Lawang kini siap menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan berkeadaban. (R)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version